Diskusi baru-baru ini antara Ina Garten dan Amy Poehler di podcast Good Hang memicu rasa penasaran tentang campuran rempah-rempah Timur Tengah yang serbaguna, za’atar. Sementara para koki selebriti bercanda tentang kurangnya penggunaan bumbu ini di dapur mereka, resep sederhana untuk paha ayam za’atar membuktikan bahwa bumbu ini layak mendapat tempat di dapur juru masak mana pun.
Mengapa ini penting: Kehebohan seputar za’atar menyoroti tren yang lebih luas di mana para juru masak rumahan menemukan kembali cita rasa global. Meskipun rempah-rempah seperti jinten dan paprika adalah makanan pokok di dapur, campuran seperti za’atar—yang menggabungkan biji wijen, sumac, dan rempah-rempah—menawarkan kedalaman rasa yang unik dengan sedikit usaha. Resep ini menunjukkan betapa mudahnya memasukkan nuansa rasa ini ke dalam makanan sehari-hari.
Resep: Minimal Usaha, Rasa Maksimal
Resepnya hanya membutuhkan empat bahan inti: paha ayam, lemon, minyak zaitun, dan za’atar. Bumbunya yang terdiri dari kulit lemon dan jus, minyak zaitun, za’atar, garam, dan merica, hanya membutuhkan 10 menit untuk membuat ayam memiliki aroma yang cerah, tajam, dan pedas.
Langkah-langkah penting:
- Marinasi: Campurkan bahan marinasi ke dalam mangkuk dan diamkan ayam minimal 10 menit.
- Persiapan Brokoli: Campur brokoli cincang dengan jus lemon, minyak zaitun, za’atar, dan garam. Susun di atas loyang.
- Panggang: Tambahkan ayam yang sudah dibumbui ke dalam loyang dan panggang pada suhu 425°F selama kurang lebih 25 menit, hingga matang sepenuhnya.
Kesederhanaan hidangan ini menjadikannya ideal untuk malam hari yang sibuk. Brokoli menyerap cairan beraroma dari ayam, menghasilkan makanan yang lengkap dan seimbang.
Melampaui Dasar
Daya tarik resep ini terletak pada kemampuan beradaptasinya. Penulis menyarankan untuk menambahkan kentang kecil untuk hidangan yang lebih lezat, atau mengasinkan ayam lebih lama untuk rasa yang lebih dalam. Keserbagunaan za’atar lebih dari sekadar ayam: ia dapat menyempurnakan hidangan pasta, sayuran panggang, atau bahkan ditaburkan di atas yogurt untuk sarapan.
“Tidak seperti Ina dan Amy, menurut saya ini bukanlah bumbu yang tidak pernah digunakan lagi dan akan terbuang sia-sia di lemari dapur saya,” penulis menyimpulkan, menyoroti potensi bumbu yang sering diabaikan ini.
Singkatnya: Ayam za’atar 4 bahan ini adalah makanan yang cepat, beraroma, dan sangat mudah beradaptasi. Hal ini membuktikan bahwa memasak lezat tidak harus rumit—terkadang, resep yang paling sederhana adalah yang paling memuaskan.