Meningkatnya jumlah anak-anak dewasa yang tinggal bersama orang tuanya bukan lagi sebuah tanda kegagalan, melainkan sebuah kenyataan umum, yang didorong oleh tekanan ekonomi dan dinamika keluarga yang terus berkembang. Serial Apple TV baru-baru ini, Shrinking, menyoroti ketegangan ini ketika orang tua akhirnya mengkonfrontasi putra mereka yang berusia 25 tahun yang menganggur tentang ketergantungannya yang berkepanjangan. Skenario ini, seperti dicatat oleh psikolog klinis Mark McConville, terjadi pada sekitar 500 keluarga yang dia konsultasikan setiap tahunnya. Persoalannya bukan hanya tentang pengaktifan; ini tentang bagaimana pendekatan generasi orang tua terhadap dukungan dibandingkan era sebelumnya.
Mengapa Hal Ini Penting: Pergeseran ini mencerminkan tren ekonomi yang lebih luas, termasuk upah yang stagnan, kenaikan biaya perumahan, dan peningkatan utang pelajar. Lebih dari sepertiga generasi muda Amerika kini tinggal bersama orang tua mereka, dan angka ini terus meningkat sejak tahun 1990an. Tren ini bukanlah sebuah kegagalan namun merupakan gejala dari hambatan perekonomian yang sistemik.
Jebakan yang Mengaktifkan: Dukungan vs. Ketergantungan
Orang tua sering kali terjebak dalam dukungan yang berlebihan, didorong oleh keinginan untuk melindungi anak-anak mereka dari kesulitan. Seperti yang diilustrasikan dalam tayangan tersebut, hal ini dapat menyebabkan ketergantungan yang berkepanjangan dan bukannya ketahanan. Psikolog McConville menekankan bahwa batas antara dukungan dan pemberdayaan bergantung pada bagaimana anak menggunakan dukungan tersebut. Lingkungan yang penuh kasih dimaksudkan sebagai batu loncatan, bukan jaring pengaman. Sekitar tujuh dari sepuluh orang dewasa muda akan menggunakannya untuk mendapatkan kembali pijakan mereka, namun tiga lainnya mungkin sudah terjebak dalam ketergantungan.
Langkah Bertahap Menuju Kemandirian
Daripada memberikan ultimatum secara tiba-tiba, para ahli merekomendasikan pendekatan bertahap. Tujuannya bukan hanya untuk mengusir anak tersebut, namun untuk mendefinisikan kembali hubungan tersebut.
Menilai Kemampuan
Pertama, tentukan apakah anak dewasa benar-benar menghadapi hambatan seperti masalah kesehatan mental atau penyalahgunaan narkoba. Jika demikian, pengobatan harus menjadi prioritas. Namun, jika permasalahannya hanyalah pengangguran atau kurangnya arah, diperlukan pembahasan yang berbeda.
Upacara Duduk
McConville menyarankan diskusi formal – mungkin saat makan malam – untuk menetapkan batasan baru. Pesannya: Anda tidak lagi menghidupi seorang anak, tetapi teman serumah yang memiliki tanggung jawab sebagai orang dewasa.
Kontribusi, Bukan Hak
Harapkan kontribusi. Meskipun sewa pada awalnya mungkin tidak memungkinkan, pekerjaan rumah, belanja bahan makanan, atau kerja paruh waktu tidak boleh dinegosiasikan. Perlakukan mereka sebagai teman sekamar, bukan tamu.
Mengatasi Kebencian dan Harapan
Kebencian muncul ketika orang tua merasa dieksploitasi. Daripada memberikan ceramah yang bersifat menuduh, susunlah ekspektasi sebagai sebuah prinsip: “Keberadaan Anda di sini bergantung pada upaya konstruktif.” Ini bisa berarti mengikuti kelas, menjadi sukarelawan, atau mencari pekerjaan. Hindari ultimatum emosional; sebaliknya, tetapkan tenggat waktu yang konkret.
Metode Ulang Tahun
Ikat tanggung jawab ke kalender. Misalnya, umumkan bahwa setelah menginjak usia 25 tahun, anak tersebut akan mengurus sendiri tagihan telepon, asuransi mobil, atau belanjaannya. Hal ini menggeser dilema dari pangkuan orang tua ke pangkuan anak.
Dukungan Melampaui Kemerdekaan
Bahkan setelah mendapatkan pekerjaan dan pindah, teruslah memberikan dukungan tanpa pamrih. Tindakan kecil – seperti membantu melengkapi apartemen atau membantu menyewakan – dapat memudahkan transisi. Tujuannya bukan untuk mengabaikan mereka tetapi untuk membina hubungan yang sehat dan mandiri.
Kesimpulan: Realitas anak-anak dewasa yang tinggal di rumah memang rumit, namun hal itu bukan lagi sebuah penilaian. Kombinasi empati, batasan yang jelas, dan ekspektasi praktis dapat mengubah situasi ini dari sumber stres menjadi peluang untuk berkembang. Kuncinya adalah menyeimbangkan dukungan dengan akuntabilitas, memastikan bahwa anak bergerak menuju kemandirian sambil menjaga hubungan yang penuh kasih sayang.
