Carolyn Bessette Kennedy, sosok yang identik dengan keanggunan yang bersahaja, kembali menarik perhatian dunia mode. Minat baru ini berasal dari miniseri FX karya Ryan Murphy, “Kisah Cinta: John F. Kennedy Jr. & Carolyn Bessette,” yang tidak hanya menceritakan kisah romantisnya yang terkenal tetapi juga menampilkan estetika abadinya.
Pelopor Kemewahan yang Tenang
Jauh sebelum istilah “kemewahan yang tenang” menjadi tren di tahun 2020-an, Bessette Kennedy telah mewujudkan prinsip intinya. Gayanya ditentukan oleh palet monokrom, siluet yang disesuaikan, dan minimalis yang disengaja yang terasa halus dan mudah. Pandangan ini—yang mendahului tren maksimalis di akhir tahun 90an dan awal tahun 2000an—kini tampak sangat maju.
Kebangkitan kembali pengaruhnya patut diperhatikan karena menyoroti sifat siklus dalam mode. Tren yang dianggap ‘kuno’ sering kali muncul kembali dan ditafsirkan ulang untuk generasi baru. Estetika Bessette Kennedy bergema saat ini karena ia menolak tampilan kekayaan yang mencolok dan mendukung pengendalian diri yang halus.
Elemen Kunci Gayanya
Lemari pakaian Bessette Kennedy berkisar pada beberapa komponen utama:
- Warna Netral: Dominasi warna hitam, putih, dan krem menjadi fondasi penampilannya.
- Baju Khusus: Kemeja berkancing rapi, celana panjang berpotongan rapi, dan blazer klasik menjadi andalan.
- Aksesori Minimalis: Kacamata hitam, perhiasan sederhana, dan tas sederhana melengkapi pakaiannya.
- Garis Bersih: Estetikanya lebih menyukai bentuk ramping dibandingkan hiasan berlebihan.
Konteks Budaya
Gaya Bessette Kennedy muncul pada saat fesyen Amerika sedang bertransisi dari era 80-an. Penampilannya mewakili peralihan ke arah kepekaan yang lebih canggih dan tidak terlalu flamboyan. Sebagai humas Calvin Klein, dia tenggelam dalam dunia yang mengutamakan citra, namun dia tetap mempertahankan aura keasliannya.
Miniseri FX telah mengembalikan era ini ke dalam fokus, mengingatkan penonton akan masa ketika fesyen tidak lagi membahas tentang branding dan lebih banyak tentang ekspresi pribadi. Gayanya terus menginspirasi karena menunjukkan betapa kuatnya kesederhanaan.
Pada akhirnya, warisan fesyen Carolyn Bessette Kennedy bertahan bukan hanya karena keindahannya, namun karena ia mewujudkan pendekatan berpakaian abadi yang masih relevan hingga saat ini. Fokus baru pada gayanya berfungsi sebagai pengingat bahwa keanggunan sejati terletak pada kehalusan, bukan kemewahan.
