Tren perawatan kulit viral terbaru melibatkan pengikisan pisau logam di seluruh wajah untuk menghilangkan pori-pori yang tersumbat. Namun apakah teknik “spatula kulit” ini merupakan cara yang sah untuk mendapatkan kulit yang lebih bersih, atau hanya sekedar hype media sosial? Dermatologis mempertimbangkan metode terbaik untuk pengelupasan kulit yang aman dan efektif, termasuk pro dan kontra dari berbagai alat.
Ilmu di Balik Pengelupasan Kulit
Tujuan eksfoliasi adalah mengangkat sel kulit mati dan penumpukan minyak berlebih yang dapat menyebabkan kulit kusam dan berjerawat. Menurut Dr. Azadeh Shirazi dari La Jolla Laser Derm, “Sel-sel kulit tua menumpuk dan minyak berlebih menyumbat pori-pori kita, membuat kulit tampak kusam. Pengelupasan kulit menjadi penting karena menghilangkan penumpukan ini, memungkinkan sel-sel kulit baru yang segar dan sehat muncul ke permukaan.”
Ada dua pendekatan utama:
- Pengelupasan kulit secara fisik: Menggunakan alat seperti kuas atau spatula untuk menggosok kulit mati secara manual.
- Pengelupasan kimiawi: Menerapkan asam (salisilat, glikolat) yang melarutkan ikatan antara sel kulit mati.
Kedua cara tersebut dapat mengecilkan pori-pori, mencerahkan kulit, dan meningkatkan penyerapan produk perawatan kulit. Namun penggunaan yang tidak tepat dapat merusak pelindung kulit.
Alat Terbaik untuk Pengelupasan Kulit yang Aman
Para ahli merekomendasikan untuk mengutamakan kebersihan dan kelembutan. Sikat berbulu silikon adalah pilihan yang paling aman. Dr. Shirazi menjelaskan, “Bulu silikon tidak berpori sehingga tahan terhadap penumpukan bakteri. Bulu sikat ini 35% lebih higienis dibandingkan bulu nilon dan teknologi sonik membuatnya lebih lembut dibandingkan menggunakan loofah atau scrub yang keras.”
Pilihan lain yang disetujui dokter kulit meliputi:
- Sikat wajah silikon ringkas: Menawarkan getaran lembut untuk pembersihan yang efektif.
- Sikat silikon manual: Ideal untuk kulit sensitif, memberikan pengelupasan kulit yang terkontrol.
- Spatula kulit dengan penutup silikon: Aman bila digunakan dengan pelengkap silikon.
Bilah logam pada spatula kulit masih kontroversial; Meskipun dapat secara efektif mengikis kotoran, hal ini juga memiliki risiko kerusakan kulit yang lebih tinggi.
Resiko Pengelupasan Berlebihan
Meskipun pengelupasan kulit bermanfaat, melakukannya secara berlebihan dapat menyebabkan abrasi mikro, terganggunya pelindung kulit, dan bahkan kerusakan kapiler (terutama pada kulit yang rentan terhadap rosacea). Shirazi memperingatkan agar tidak disalahgunakan karena dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit.
Kuncinya adalah moderasi. Baik Anda memilih pengelupasan kulit secara fisik atau kimia, konsistensi dan kelembutan sangatlah penting.
Pemikiran Terakhir
Pengelupasan kulit yang efektif adalah landasan perawatan kulit yang sehat. Dengan memilih alat dan teknik yang tepat, Anda bisa mendapatkan kulit yang lebih bersih dan cerah tanpa mengurangi integritasnya. Prioritaskan kebersihan, hindari scrubbing yang keras, dan dengarkan respons kulit Anda. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi.
